Ibu kota..kota besar..Metropolitan..Megapolitan..itulah jakarta yang penuh sesak dengan penduduknya, dengan pendatangnya, dengan kendaraannya yang terus bertambah.. (ngomong2 huruf belakang yang ada pada mobil keluaran baru sudah 3 huruf lo..ex : B 4090 FGH wah banyak bangetkan mobil dijakarta). ini yang bikin jalanan di jakarta ga ada yang bebas macet. udah dibangun fly over dimana2 underpass dimana2 masih aja macet…
makanya ayo dong jangan pada bawa mobil sendiri2…
naek angkot aja klo kemana2…
gw rasa klo penduduk jakarta pada naek angkot pasti jakarta ga semacet ini… ..tapi pada mau ga ya ???…. apalagi untuk masyarakat kelas atas, kemungkinan hanya mau pake taksi, ato klo kepepet ya naek ojek deh tapi transportasi seperti ojek dan taksi ini tidak menyelesaikan masalah kemacetan yang ada dijakarta. Kerena prinsip public transportation di kota besar adalah “mengangkut orang sebanyak-banyaknya dalam waktu sesingkat-singkatnya” bukan berarti ngebut loh…
gw percaya penduduk jakarta sebenernya mau kok menggunakan public transportation, betulkan temen2 ? cuma masalahnya… apa public transportation yang ada dijakarta yang notabennya merupakan fasilitas untuk kota megapolitan ini LAYAK digunakan ? liat aja bus2 yang ada, metromini, angkot dah pada peyot semua. Selain public transportaion itu sendiri hal2 pendukung lainnya juga harus diperhatikan, seperti kenyamanan untuk berjalan kaki (fasilitas trotoar) harusnya diperbaiki disemua wilayah jakarta bukan hanya di jalan2 protokol saja. Tingkat kriminalitas yg tinggi merupakan hal yang menyebabkan kurangnya minat masyrakat menggunakan public transportation. ayo dong pak polisi tangkepin tuh copet, jambret, tukang palak, tukang hipnotis, preman terminal dan temen-temennya. Satu terobosan baru dari pemerintah yang dapat menarik minat masyarakat untuk menggunakan public tranportation yaitu BUSWAY.

Terobosan yang baik karena sesuai dengan prinsip transportasi dikota besar, fasilitas penunjang yang baik serta promosi yang besar2an sehingga masyarakat mengenal dengan baik.. Koridor 1 BUSWAY yang begitu digencar2kan menjadi primadona masyarakat jakarta, dengan antusiasme yang luar biasa. . namun apa ? seiring berjalannya waktu.. proyek2 untuk koridor selanjutnya yang seharusnya terus menambah minat masyarakat jakarta untuk berpaling dari transportasi pribadi ke public transportation terlihat loyo. Back up pemerintah yang begitu baik dan tegas pada koridor 1 tidak terlihat pada pembangunan koridor lainya..jalur sudah dibangun halte sudah dibangun, namun busnya belum diproduksi. perawatannyapun bisa dibilang “nol”. belum dugunakan namun sudah rusak dicorat-coret, sekrup banyak yang lepas, kaca halte pecah dll.
apa pemerintah hanya memiliki separuh niat meneruskan proyek ini. proyek yang menurut para ahli merupakan Solusi yang murah meriah dan tepat yang dapat mengatasi masalah kemacetan dijakarta. Pada pembangunan public transportation diperlukan “tiga E” menurut salah satu guru besar transportasi Un. Indonesia yaitu Engineering, Education, dan Enforcement. nah hal ketiga “enforcement” inilah yang kurang dilakukan pada perencanaan busway..
teman2 kita selaku masyrakat punya hak untuk mendapatkan fasilitas public transportation yang baik dari pemerintah maka dari itu mari kita dorong pemerintah untuk menjalankan Transportasi yang baik dan Layak. kita support pemerintah untuk menjalankan solusi2 terbaiknya dan yang terpenting mari kita rawat fasilitas yang telah ada karena ini dalah fasilitas kita bersama kawan =p
Recent Comments